Many nights we pray
With no proof anyone could hear
And our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we know we could
There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
In this time of fear
When prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds
Too swiftly flown away
And now I am standing here
My heart's so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say
There can be miracles
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
They don't always happen when you ask
And it's easy to give in to your fear
But when you're blinded by your pain
Can't see your way safe through the rain
Thought of a still resilient voice
Says love is very near
There can be miracles (miracles)
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
You will when you believe
You will when you believe
Just believe
You will when you believe
Minggu, 27 Maret 2011
When You Tell Me That You Love Me
I wanna call the stars
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do
I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what's beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth
And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
I wanna make you see
Just what I was
Show you the loneliness
And what it does
You walked into my life
To stop my tears
Everything's easy now
I have you here
And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
In a world without you
I would always hunger
All I need is your love to make me stronger
And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
You love me
When you tell me that you love me
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do
I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what's beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth
And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
I wanna make you see
Just what I was
Show you the loneliness
And what it does
You walked into my life
To stop my tears
Everything's easy now
I have you here
And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
In a world without you
I would always hunger
All I need is your love to make me stronger
And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
You love me
When you tell me that you love me
Riwayat Singkat Balong Kangungan Dan situs Cagar Budaya Ragawacana
Balong Karamat Ragawacana atau disebut juga Balong Kagungan merupakan satu dari sekian balong kramat yang ada di Kaupaten Kuninga, mengenai sejarah atau riwayat adanya balong kagungan tersebut tidak ada yang tahu persis karena minimnya informasi tentang Balong Kagungan. Namun dari sekian informasi yang diperoleh ada sedikit yang cukup mengarah kepada kebenaran tentang keberadaan Balong Kramat/Balong Kagungan.
Riwayat keberadaan Balong Kagungan tidak bisa dipisahkan dari riwayat terbentuknya atau keberadaan kolam-kolam kramat yang ada di Kabupaten Kuningan terutama Kolam Kramat yang didalmnya hidup Ikan-Ikan Dewa karena menurut cerita / legenda bahwa kolam-kolam itu dibuat oleh satu orang yang mempunyai ilmu tinggi dan dalam waktu yang bersamaan (satu malam).
Kolam-kolam kramat itu adalah :
Balong Darmaloka yang berada di Desa Darma Kec. Darma
Balong Cigugur yang berada di Desa Cigugur Kec. Cigugur
Balong Kagungan yang berada di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya
Balong Ciulan yang berada di desa Maniskidul Kec. Jalaksana
Balong Pasawahan yang berada di Desa Pasawahan Kec. Pasawahan
Balong Linggarjati yang berada di Desa Linggarjati Kec. Cilimus
Balong Cibuntu yang berada di Desa Cibuntu Kec. Mandirancan
Di Ketujuh balong tersebut hidup sejenis Ikan mas yang warnanya keputih-putihan disebut juga oleh masyarakat adalah Ikan Dewa, karena ikan-ikan tersebut terbentuk / tercipta dari tulang belulang (karena ikan mas sisa makan dari si pemuat balong tersebut) yaitu Sunan Geseng atau Syeh Rama Haji Irengan yang merasa lelah setelah memuat balong tersebut, dan dengan izin Allah kerangka ikan kemali hidup layaknya ikan-ikan biasa yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Ikan Dewa.
Situs Balongan Kagungan terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya, situs tersebut terletak di sebelah barat perkampungan penduduk dengan luas ±4.550 m2 berada dibawah pohon-pohon yang besar dan semak-semak, disampingnya terdapat kolam ikan yang ikannya dikeramatkan (ikan Dewa) karena danya mata air.
Pada Situs Balong Kagungan pernah ada bangunan kecil dengan kayu yang terukir, sebagian masih ada disamping masjid Desa Ragawacana.
Situs Balong Kagungan hasil penelitian Arkeologi benda cagar budaya yang ada di bawah pohon yang besar adalah peninggalan dari masa tradisi Megalitikum, masa pra sejarah berupa :
Batu Meja (Dolmen) yang mengarah Timur Barat dengan ukuran 2 x 1 x 40 cm
Batu Tegak (Menhir) terletak disebelah batu meja
Batu Dakon (Batu berlubang lebih dari satu) berdekatan dengan batu meja
Pragmen Area dari terakota (tanah liat)
Situs Balong Kagungan kesemuanya merupakan benda cagar budaya yang dilindungi dan dipelihara.
SITUS CIKANCANA
Situs Cikancana terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya situs tersebut terletak di perkampungan masyarakat dan luasnya tidak begitu luas ± 20 m2 tepatnya dipinggir kolam dan dibelakang mushola. Situs Cikancana terletak pula disebelah timur dari situs Balong Kagungan dan masih berkaitan dengan Situs Balong Kagungan .
Pada Situs Balong Kagungan terdapat data peninggalna Arkeologi dari masa tradisi Megalitikum (pra sejarah) yang berkaitan dengan pemujaan akan roh nenek moyangnya berupa :
Menhir (Batu Tegak) yang terdiri dibelakang mushola dan diawah pohon
Batu Lumpang terletak di pinggir kolam dalam keadaan utuh
Berikut Kuncen / Juru Pelihara yang pernah memelihara Situs Cagar Budaya Ragawacana :
Bapak Kresna
Bapak Sura Saman
Bapak Madhalim
Bapak Sanusi
Bapak Sudiana sampai sekarang
Di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya terdiri dua situs peninggalan kepurbakalaan yaitu Situs Balong Kagungan dan Situs Cikancana, benda cagar budaya tersebut dilindungi dan dipelihara.
Keterangan :
Balong Kagungan dikelola oleh Pemerintah Desa Ragawacana beralamat di Dusun Puhun Rt. 07 Rw. 02 Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya Kab. Kuningan Jawa Barat.
Fasilitas :
Belum ada fasilitas apapun seagai daya tarik obyek wisata.
Riwayat keberadaan Balong Kagungan tidak bisa dipisahkan dari riwayat terbentuknya atau keberadaan kolam-kolam kramat yang ada di Kabupaten Kuningan terutama Kolam Kramat yang didalmnya hidup Ikan-Ikan Dewa karena menurut cerita / legenda bahwa kolam-kolam itu dibuat oleh satu orang yang mempunyai ilmu tinggi dan dalam waktu yang bersamaan (satu malam).
Kolam-kolam kramat itu adalah :
Balong Darmaloka yang berada di Desa Darma Kec. Darma
Balong Cigugur yang berada di Desa Cigugur Kec. Cigugur
Balong Kagungan yang berada di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya
Balong Ciulan yang berada di desa Maniskidul Kec. Jalaksana
Balong Pasawahan yang berada di Desa Pasawahan Kec. Pasawahan
Balong Linggarjati yang berada di Desa Linggarjati Kec. Cilimus
Balong Cibuntu yang berada di Desa Cibuntu Kec. Mandirancan
Di Ketujuh balong tersebut hidup sejenis Ikan mas yang warnanya keputih-putihan disebut juga oleh masyarakat adalah Ikan Dewa, karena ikan-ikan tersebut terbentuk / tercipta dari tulang belulang (karena ikan mas sisa makan dari si pemuat balong tersebut) yaitu Sunan Geseng atau Syeh Rama Haji Irengan yang merasa lelah setelah memuat balong tersebut, dan dengan izin Allah kerangka ikan kemali hidup layaknya ikan-ikan biasa yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Ikan Dewa.
Situs Balongan Kagungan terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya, situs tersebut terletak di sebelah barat perkampungan penduduk dengan luas ±4.550 m2 berada dibawah pohon-pohon yang besar dan semak-semak, disampingnya terdapat kolam ikan yang ikannya dikeramatkan (ikan Dewa) karena danya mata air.
Pada Situs Balong Kagungan pernah ada bangunan kecil dengan kayu yang terukir, sebagian masih ada disamping masjid Desa Ragawacana.
Situs Balong Kagungan hasil penelitian Arkeologi benda cagar budaya yang ada di bawah pohon yang besar adalah peninggalan dari masa tradisi Megalitikum, masa pra sejarah berupa :
Batu Meja (Dolmen) yang mengarah Timur Barat dengan ukuran 2 x 1 x 40 cm
Batu Tegak (Menhir) terletak disebelah batu meja
Batu Dakon (Batu berlubang lebih dari satu) berdekatan dengan batu meja
Pragmen Area dari terakota (tanah liat)
Situs Balong Kagungan kesemuanya merupakan benda cagar budaya yang dilindungi dan dipelihara.
SITUS CIKANCANA
Situs Cikancana terletak di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya situs tersebut terletak di perkampungan masyarakat dan luasnya tidak begitu luas ± 20 m2 tepatnya dipinggir kolam dan dibelakang mushola. Situs Cikancana terletak pula disebelah timur dari situs Balong Kagungan dan masih berkaitan dengan Situs Balong Kagungan .
Pada Situs Balong Kagungan terdapat data peninggalna Arkeologi dari masa tradisi Megalitikum (pra sejarah) yang berkaitan dengan pemujaan akan roh nenek moyangnya berupa :
Menhir (Batu Tegak) yang terdiri dibelakang mushola dan diawah pohon
Batu Lumpang terletak di pinggir kolam dalam keadaan utuh
Berikut Kuncen / Juru Pelihara yang pernah memelihara Situs Cagar Budaya Ragawacana :
Bapak Kresna
Bapak Sura Saman
Bapak Madhalim
Bapak Sanusi
Bapak Sudiana sampai sekarang
Di Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya terdiri dua situs peninggalan kepurbakalaan yaitu Situs Balong Kagungan dan Situs Cikancana, benda cagar budaya tersebut dilindungi dan dipelihara.
Keterangan :
Balong Kagungan dikelola oleh Pemerintah Desa Ragawacana beralamat di Dusun Puhun Rt. 07 Rw. 02 Desa Ragawacana Kec. Kramatmulya Kab. Kuningan Jawa Barat.
Fasilitas :
Belum ada fasilitas apapun seagai daya tarik obyek wisata.
masyarakat madani
Pengertian
Umum : Suatu masyarakat yang berada dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya.
Para Ahli :
Masykur Hakim dan Tanu Widjaya
Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berbudaya, maju, dan modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan kewajibannya terhadap negara, bangsa, dan agama serta terhadap sesama dan menjunjung tinggi HAM.
Anwar Ibrahim
Masyarakat madani adalah sistem sosial yang subur yang berasaskan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dan kestabilan masyarakat.
Kamus Besar : Masyarakat madani adalah masyarakat yang berpondasikan keadilan dan kesetaraan.
Ciri
Umum :
Ruang publik yang bebas (Free public sphere)
Demokratisasi
Toleransi
Pluralisme
Keadilan sosial (Sosial justice)
Partisipasi sosial
Supremasi hukum
Para Ahli :
Menurut Al - Hakim
Masyarakat yang mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara
Masyarakat turut terlibat dan secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kenegaraan (dalam perumusan, implementasi, dan evaluasi suatu kebijakan)
Masyarakat yang berkebebasan
Masyarakat yang bereksistensi
Masyarakat yang bersitegas diatas paham egalitarianisme
Menurut Masykur Hakim dan Tanu Wijaya
Masyarakat pluralistis
Toleran
Adanya kebebasan berpendapat dan mengekspresikan sikap dan pemikirannya
menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi
Makna
Masyarakat madani adalah masyarakat yang mematuhi norma-norma yang berlaku
Definition
• General: A society that is in the building, undergoing, and the meaning of life.
• The Experts:
A. Masykur Judge and Tanu Widjaya
Civil society is a society that is civilized, advanced, and modern, each of its citizens aware and know your rights and obligations to the state, nation, and religion as well as for others and uphold human rights.
B. Anwar Ibrahim
Civil society is a fertile social system which is based on moral principles that guarantee a balance between individual freedom and the stability of society.
· Dictionary: Civil society is a society that berpondasikan justice and equality.
Characteristic
• General:
a. Public space that is free (Free public sphere)
b. Democratization
c. Tolerance
d. Pluralism
e. Social justice (social justice)
f. Social Participation
g. Rule of law
• The Experts:
A. According to Al - Hakim
• People who know their rights and obligations as citizens
• People involved and actively participate in various activities of state (in the formulation, implementation, and evaluation of a policy)
• Community berkebebasan
• Communities of existence
• People who understand egalitarianism above bersitegas
B. According to Judge Maskyur Alhakim and Tanu Wijaya Masykur
• pluralistic society
• Tolerant
• Having the freedom of opinion and express attitudes and thoughts
• uphold the democratic values
Meaning
Civil society is a society that comply with applicable norms
Umum : Suatu masyarakat yang berada dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya.
Para Ahli :
Masykur Hakim dan Tanu Widjaya
Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berbudaya, maju, dan modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan kewajibannya terhadap negara, bangsa, dan agama serta terhadap sesama dan menjunjung tinggi HAM.
Anwar Ibrahim
Masyarakat madani adalah sistem sosial yang subur yang berasaskan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dan kestabilan masyarakat.
Kamus Besar : Masyarakat madani adalah masyarakat yang berpondasikan keadilan dan kesetaraan.
Ciri
Umum :
Ruang publik yang bebas (Free public sphere)
Demokratisasi
Toleransi
Pluralisme
Keadilan sosial (Sosial justice)
Partisipasi sosial
Supremasi hukum
Para Ahli :
Menurut Al - Hakim
Masyarakat yang mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara
Masyarakat turut terlibat dan secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kenegaraan (dalam perumusan, implementasi, dan evaluasi suatu kebijakan)
Masyarakat yang berkebebasan
Masyarakat yang bereksistensi
Masyarakat yang bersitegas diatas paham egalitarianisme
Menurut Masykur Hakim dan Tanu Wijaya
Masyarakat pluralistis
Toleran
Adanya kebebasan berpendapat dan mengekspresikan sikap dan pemikirannya
menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi
Makna
Masyarakat madani adalah masyarakat yang mematuhi norma-norma yang berlaku
Definition
• General: A society that is in the building, undergoing, and the meaning of life.
• The Experts:
A. Masykur Judge and Tanu Widjaya
Civil society is a society that is civilized, advanced, and modern, each of its citizens aware and know your rights and obligations to the state, nation, and religion as well as for others and uphold human rights.
B. Anwar Ibrahim
Civil society is a fertile social system which is based on moral principles that guarantee a balance between individual freedom and the stability of society.
· Dictionary: Civil society is a society that berpondasikan justice and equality.
Characteristic
• General:
a. Public space that is free (Free public sphere)
b. Democratization
c. Tolerance
d. Pluralism
e. Social justice (social justice)
f. Social Participation
g. Rule of law
• The Experts:
A. According to Al - Hakim
• People who know their rights and obligations as citizens
• People involved and actively participate in various activities of state (in the formulation, implementation, and evaluation of a policy)
• Community berkebebasan
• Communities of existence
• People who understand egalitarianism above bersitegas
B. According to Judge Maskyur Alhakim and Tanu Wijaya Masykur
• pluralistic society
• Tolerant
• Having the freedom of opinion and express attitudes and thoughts
• uphold the democratic values
Meaning
Civil society is a society that comply with applicable norms
contoh poster bhs. inggris
Kuningan * roadway Siliwangi * Level 2 * Puspita Gallery * 0232 8713456
DECEMBER 5TH
At Puspita Gallery
ENDAH Beauty Boutique
OPENING PARTY
DECEMBER 5TH
At Puspita Gallery
ENDAH Beauty Boutique
OPENING PARTY
Biografi Ibu Ainun Habibie
Nama Lengkap: Hasri Ainun Besari
Nama Panggilan: Ainun Habibie
Tanggal Lahir: 11 Agustus 1937
Tempat Lahir: Semarang, Indonesia
“Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,”
(B.J. Habibie)
Siapakah Hasri Aninun Habibie? Kenapa ia begitu dibanggakan oleh B. J. Habibie? Dari penelesuran saya, ternyata apa yang dilakukan oleh Habibie adalah suatu hal sangat wajar. Bahkan jika laki-laki lain yang mempersuntingnya, maka pasti mereka akan melakukan hal yang sama. Ini bukanlah suatu hal yang berlebihan. Setidaknya terlihat dari bagaimana ia melakoni hidup sepanjang sejarahnya. Sejak kecil hingga meninggal dunia, ia adalah seorang perempuan yang nyaris sempurna.
Saya mendapatkan banyak infomrasi mengenai kehidupan Ainun Habibie dari internet. Beberapa referensi saya sertakan dalam bagian akhir tulisan ini. Salah satu sumber yang sangat membantu saya adalah buku biografi Habibie yang ditulis oleh Makmur Makka. Selain itu informasi yang tidak kalah penting berasal dari ungkapan-ungkapan pendek dari beberapa tokoh yang saya dapatkan di internet.
Tulisan ini adalah untaian dari penelusuran saya di inetrnet. Saya membagi tulisan ini tidak terlalu periodik karena tidak ada data yang cukup untuk melakukan itu. Meskipun beberapa bagian nampak seperti sebuah periodesasi, namun isi di dalamnya terkadang meloncat dari satu peride ke periode lainnya. Tujuan utama tulisan ini tidak lain untuk mengenal dan mengenang Ibunda Bangsa yang telah berpulang kerahmatullah 22 Mei 2010 yang lalu. Semoga bermanfaat.
Latar Belakang keluarga
Hasri Aninun Habibie atau lebih popular dengan Ainun Habibie memiliki nama asli Hasri Ainun Besari. Hasri Ainun adalah nama dari bahasa Arab yang berarti seorang anak yang memiliki mata yang indah. Ainun merupakan anak keempat dari delapan bersaudara dari orang tua bernama H.Mohammad Besari. Ia dilahirkan di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 11 Agustus 1937.
Keluarga Ainun adalah keluarga yang mencintai pendidikan. Salah satu orang yang paling penting dalam mendorongnya untuk rajin belajar adalah ibunya. Ibu dari Ainun Habibie merupakan tokoh penting di balik kesukesan putrinya dalam pendidikan.
Pendidikan dan Pekerjaan
Ainun menyelesaikan pendidikan dasarnya di Bandung. Namun saya belum menemukan data yang pasti nama sekolahnya. Ia melanjutkan pendidikan di SLTP dan SLTA yang juga di Bandung. Sekolahnya di LSTP bersebelahan dengan sekolah B.J. Habibie yang kemudian menjadi suaminya. Bahkan saat di LSTA mereka sekolah di satu sekolah. Hanya saja Habibie menjadi kakak kelasnya. Setelah menampatkan pendidikan SLTA, ia merantau ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan dengan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta dan lulus sebagai dokter pada tahun 1961.
Berbekal ijazah kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, Ainun Habibie diterima bekerja di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Saat bekerja di sana ia tinggal di sebuah asrama di belakang RSCM, tepatnya di Jalan Kimia, Jakarta. Ia bekerja di rumah sakit tersebut hanya setahun saja, yakni sampai tahun 1962. Setelah menikah dengan Habibie pada tahun 1962 tersebut, ia harus meninggalkan pekerjaan sebagai dokter anak lalu ikut dengan suaminya ke Jerman yang sedang menyelsaikan pendidikan.
Kisah CInta dan Pernikahan
Makmur Makka, penulis Biografi Habibie mendapatkan informasi menarik mengenai kisah cinta Habibie. Ainun mengaku kalau ia dan Habibie sudah kenal sejak kecil, bahkan sekolah mereka berdekatan. Pada tahun 1986, Majalah Femina memuat cerita mengenai kisah ini. Ainun saat itu mengatakan:
“Kami kenal sejak kecil, dia teman bermain kelereng kaka saya. Rumah kami berdekatan ketika di Bandung. Di SLTP letak sekolah kami bersebelahan. Di SLTA malah satu sekolah, hanya Rudy (panggilan Habibie) satu kelas lebih tinggi. Dia selalu menjadi siswa paling kecil dan paling muda di kelas, begitu juga saya. Guru dan teman-teman acap kali berkelakar menjodoh-jodohkan kami. Yah, gadis mana yang suka diperolok demikian?”
Ainun dan Habibie memang banyak kesamaan sehingga mereka sering dijodoh-jodohkan. Antara lain mereka sama-sama anak ke empat dari delapan bersaudara dan sama-sama dibesarkan dalam keluarga yang berpendidikan. Selain itu mereka juga menjadi anak-anak yang beruntung karena memiliki ibu yang mendorong mereka untuk mengutamakan pendidikan. Kesamaan lain adalah, mereka sama-sama tinggal di Bandung dan sekolah di tempat yang sama.
Kisah cinta antara dua anak manusia ini memang sudah terlihat sejak mereka sama-sama sekolah. Setidaknya itu mulai terlihat saat mereka sekolah di SMA. Ainun adalah seorang gadis yang sangat suka berenang. Karena terlalu banyak dan sering berenang, kulitnya menjadi lebih hitam. Pada suatu hari saat jam istirahat belajar, Habibie lewat di depannya. Saat itu Habibie mengatakan: “Hei, kamu sekarang kok hitam dan gemuk?” Ungkapan ini menjadikan Ainun berfikir dan merasakan sebuah getaran aneh di dalam dadanya. “Apakah Habibie perhatian padanya?” Apalagi teman-temannya heran dengan kejadian itu dan mengatakan kalau Habibie memang perhatian padanya. Memang, saat itu Ainun memang menjadi pujaan di sekolahnya dan menjadi incaran banyak siswa laki-laki, termasuk Habibie. Habibie pernah mengomentari tentang Ainun dengan ungkapan: “Wah cakep itu anak, si item gula Jawa”.
Namun mereka berpisah cukup lama. Setelah lulus SMA, Habibie melanjutkan pendidikannya ke ITB Bandung, namun tidak sempat selesai. Habibie mendapat beasiswa pemerintah Indonesia dan kemudian berangkat ke Jerman Barat, untuk melanjutkan pendidikannya. Ia masuk ke Universitas Technische Hochscheule di kota Achen, Jerman. Tahun 1960 terhitung Habibie tidak pulang ke Indonesia selama tujuh tahun. Ini membuatnya sangat home sick, terutama ia sangat ingin mengunjungi pusara Bapaknya.
Setelah menanti agak lama, akhirnya Habibie punya kesempatan pulang ke Indonesia. Saat Habibie pulang ke Indonesia, ia berkesempatan menziarahi makam bapaknya di Ujung Pandang. Menjelang lebaran ia pulang ke Bandung dan bertamu ke rumah tetangganya yang lama, keluarga Ainun. Saat itu pula Ainun secara kebetulan sedang mengambil cuti di RSCM dan pulang ke Bandung. Di sanalah cinta lama bersemi kembali setelah sekian lama mereka tidak bersua. Saat berjumpa tersebut Habibie mengatakan: “Kok gula Jawa sekarang sudah menjadi gula pasir?”. Pertemuan mereka berlanjut di Jakarta. Habibie mengikuti Ainun yang kembali ke Jakarta untuk masuk kerja di RSCM. Di Jakarta Habibie tinggal di Jl. Mendut, rumah kakaknya yang tertua.
Keakraban dua insan dalam cinta
Sama-sama tinggal di Jakarta membuat cinta mereka semakin bersemi. Mereka saling berjanji untuk sering bertemu dan merindukan satu sama lain. Malam hari mereka pacaran dan melewati waktu dengan sangat indah. Sesekali mereka naik becak dengan jok tertutup, meskipun sebenarnya tidak hujan. Dan ketika mereka semakin dekat, Habibie menguatkan hati untuk mejatuhkan pilihannya pada Ainun. Ia melamar Ainun dan mempersunting menjadi istrinya.
Ainun disuntiung oleh BJ Habibie menjadi istrinya pada tanggal 12 Mei 1962. Mereka menghabiskan bulan madu di tiga kota. Kaliurang, Yogyakarta, dilanjutkan ke Bali lalu diakhiri di Ujung Pandang, daerah asal B. J. Habibie. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai dua orang putra; llham Akbar dan Thareq Kemal dan enam orang cucu. Namun demikian dalam penganugerahan gelar Doktor kehormatan kepadanya oleh Universitas Indonesia, Habibie mengatakan kalau ia punya cucu ribuan jumlahnya: “Saya mau garis bawahi. Di usia saya yang 74 tahun ini, anak biologis saya cuma dua. Cucu biologis saya hanya enam. Tetapi anak cucu intelektual saya ribuan jumlahnya.” Tentu saja yang dimaksudkan Habibie adalah mahasiswanya yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Menjadi Ibu dua Pangeran
Setelah menikah Ainun ikut dengan Hbibie yang harus menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Jerman. Kehidupan awal di sana dilalui dengan perjuangan yang luar biasa. Setidaknya ia harus bersabar dengan pendapatan yang teramat kecil dari beasiswa Habibie. Namun dengan tekun dan sabar ia tetap menyertai Habibie. Bahkan untuk menghemat ia menjahit sendiri keperluan pakaian bayinya yang dikandungnya. Dan disanalah ia mengandung dua putranya, melahirkan dan mebesarkannya.
Ainun adalah seorang ibu yang sangat bertanggung jawab dalam mebesarkan anak-anaknya. Sejak kecil ia membiasakan anak untuk mengembangkan kepribadiannya sendiri. Ia membebaskan anak-anak untuk berani bertanya tentang hal yang tidak diketahuinya. Dan Ainun akan memberikan jawababn jika ia mampu atau ia akan meminta Habibie jika tidak mampu. Hal ini tentu saja karena ia sadar kalau anak-anak sejak kecil harus dibangun keingintahuan dan kreatifitasnya.
Selain itu Ainun juga membiasakan anaknya hidup sederhana. Uang jajan diberikan pas untuk satu minggu. Dengan demikian si anakmemiliki kebebasan untuk memilih jajanan yang mereka sukai. Anak-anak Ainun tumbuh sebagai anak yang menghargai kesederhanaan itu. Pernah mereka harus bolak-balik dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan harga yang pas sebelum membeli suatu barang.
Hal yang juga tidak kalah penting dalam mendidik anak adalah membiasakan mereka mengemukakan pendapat dengan mengajak mereka berdiskusi di rumah. Menurut Ainun, jika anak-anak berani mengeluarkan pendapat, artinya mereka sedang belajar dalam hidupnya. Dan bagi orang tua, itulah saatnya melaksanakan kewajiban memberikan bekal bagi kehidupan mereka.
Dan benar saja, hasil didikan itu menjadikan kedua anak mereka tumbuh sebagai seorang yang luar biasa. Seperti kita tahu bahwa Ilham Habibie menyelesaikan pendidikan di Muenchen dalam ilmu aeronautika dan meraih gelar PdD dengan predikat summa cumlaude, lebih tinggi dari predikat ayahnya. Sementara Thareq Kemal menyelesaikan Diploma Inggeneur di Braunsweig, Jerman.
Mendampingi Suami
Dalam acara Penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari UI, Habibie mengungkapkan sebuah kalimat yang menceriminkan bagaimana peran Ainun di belakang kesuksesannya. “”Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,” Oleh sebab itu pula dalam sambutannya Habibie mempersembahakan gelar tersebut untuk istrinya. “Saya juga menerima penghargaan ini atas nama keluarga, anak-anak dan cucu-cucu saya, khususnya istri saya yang terus mendampingi saya dengan tulus dan ikhlas, sehingga saya menjadi hamba Allah seperti sekarang ini.”
Penghargaan yang begitu besar oleh Habibie kepada istrinya memang tidak berlebihan. Hal ini terlihat sejak awal kebersamaan mereka sewaktu di Jerman. Pada saat mula-mula hidup di Jerman mereka adalah keluarga kecil dengan penghasilan suami yang sangat kecil pula. Dalam kondisi inilah ia menjadi pendamping yang dapat diandalkan. Untuk menghemat pengeluaran, ia menjahit sendiri perlengkapan bayi mereka. Selain itu, Ainun juga kerap menjadi motivator bagi Habibie. Misalnya ia menyemangati Habibie saat Habibie hampir putus asa karena thesisnya diambila alih oleh pembimbing. Berkat dorongan dan semangat dari Ainun, Habibie malah mendapatkan ide yang jauh lebih baik dan sempurna.
Pada saat Habibie menjadi Wakil Presiden republik Indonesia, Ainun adalah seorang yang dengan tulus ikhlas membantu suaminya mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Dalam buku karangan Habibie “Detik-detik Yang Menentukan” tergambar dengan sangat baik bagaimana Ainun mendampingi Habibie dalam kondisi yang sangat gawat dan krusial. Habibie dalam sebuah cerita yang menjang memasukkan dengan gamblang apa saja yang dilakukan Ainun dalam mendampinginya. Dan Ainun pula yang menjadikan Habibie selalu tenang dan matang dalam mengambil sebuah keputusan.
Menjadi Ibu Negara
Pada 23 Mei 1998 Ainun menjadi menjadi Ibu Negara setelah B. J. Habibie dilantik sebagai presiden Negera Kesatuan Republik Indonesia yang ketiga menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri karena desakan masyarakat pada awal reformasi. Tidak lama memang, hanya setahun lebih sedikit, setelah Habibie tidak bersedia untuk mengikuti pemilihan kepemimpinan karena laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh DPR/MPR yang saat itu –mengutip Almarhum Gusdur- seperti anak TK. Meskipun secara konstitusi ia dibenarkan menjadi calon presiden, namun secara nurani dan moralitas Habibie merasa tidak nyaman. Selama itu pula Ainun menjadi seorang inspirator untuk sang presiden.
Penghargaan dan Dedikasi
Ainun memiliki kepedulian yang besar terhadap beberapa yayasan, seperti, Yayasan Beasiswa Orbit dan Bank Mata untuk penyantun mata tunanetra. Ia juga mencatat segudang prestasi besar selama hidupnya. Atas sumbangsihnya tersebut, Ainun mendapatkan beberapa penghargaan tertinggi bintang mahaputra. Penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah sebagai penghargaan kepada warga yang dianggap memiliki peran besar terhadap negara. Antara lain ia mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna, juga Mahaputera Utama pada 12 Agustus 1982 serta Bintang Mahaputra Adipradana pada 6 Agustus 1998.
Sebuah dedikasi yang tidak kalah pentingnya dalam hubungannya dengan tunanetra adalah harapan Ainun agar pemerintah memberikan keleluasaan dan aturan yang menganjurkan untuk dilaksanakan donor mata. Menurut Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimmly Assidiqie, Bu Ainun mengharapkan adanya fatwa yang bukan hanya membolehkan donor mata tetapi menganjurkan dilakukannya donor mata. Karena menurut beliau ketentuan untuk donor mata di Indonesia penuh dengan syarat tertentu, beliau ingin donor mata bukan dibolehkan dengan syarat-syarat tetapi dianjurkan dengan prosedur tertentu. Ini jelas menunjukkan bagaimana ia berdedikasi pada persoalan yang dihadapi orang cacat dan berharap kita semua bisa membantunya.
Kisah-Kisah Unik
Ada beberapa pengalaman dari orang dekat Ibu Ainun yang tersiar di internet. Salah satunya adalah pengalaman yang dirasalan oleh Adrie Soebono, kemenakannya yang saat ini menjadi promotor musik ternama di Indonesia. Katanya, sampai saat inipun, ia masih dianggap sebagai anak-anak oleh Ibu Ainun. Ia dinasehati layaknya seorang anak kecil yang bandel. Memang, Adrie Soebono pernah tinggal bersama keluarga Habibie di Jerman selama delapan tahun. Dan selama itu pula ia mengatahui dengan persis bagaimana keluarga tersebut.
Ibu Ainun juga paling hobi jogging. Hampir setiap hari di Jerman ia melakukan Jogging. Bahkan terkadang tidak peduli panas dingin. Namun hobi Jogging tersebut hanya dilakukan Ainun saat berada di Jerman. Jika di Indonesia Ainun hanya fitnes atau lari di atas treadmill. Hal ini disebabkan Ainun sensitif dengan debu, mungkin kena sinus. Udara di Jakarta dan kota lain di Indoensia banyak debu, jadi Ainun tidak pernah jogging.
Cerita unik lain adalah Ainun memempengaruhi Habibie utuk mengikuti sinetron Cinta Fitri yang tayangkan oleh sebuah TV Swasta di tanah air. Semula Habibie tidak tahu mengenai sinetron ini, namun setelah diceritakan sedikit latar belakangnya oleh Ainun, Habibie menjadi tertarik dan mengikutinya dengan rutin. Bahkan karena begitu kagum dengan kisah cinta dalam sinetron tersebut Habibie pernah mengundang para pemain sinetron untuk makan malam di kediamannya di Jakarta. Apa yang Ainun dan Habibie tertari? Menurut pengakuan mereka, kisah cinta dalam sinetron tersebut hampir sama dengan kisah cinta mereka sendiri, karena itu mereka seakan kembali ke masa silam dan menikmatinya.
Cinta Sang Suami
Berbagai kiprah selama hidup bersama Habibie, membuat Habibie menempatkan Ainun sebagai orang yang sangat dekat di hatinya. Yusran Darmawan pernah melihat sendiri bagaimana wujud perhatian mantan presiden ini pada Istrinya. Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di kantor BPPT Jakarta, Habibie menjadi keynote speaker. Saat datang Habibie ditemani oleh istrinya, Ainun. Setelah selesai memberikan kuliahnya, semua wartawan datang mengerubunginya untuk wawancara. Pada saat itu pula Habibie tidak peduli dan ia nampak mencari-cari di mana Ainun. Ketika seorang wartawan bertanya tentang pendapatnya atas situasi di Timor Leste, Habibie hanya menjawab singkat. “Maafkan, saya sedang mencari di mana mantan pacar saya. Mana Ainun? Saya belum pernah pisah dengan Ainun. Mana Ainun?”
Lambaian dua insan
Wujud cinta ini juga terlihat saat Ainun sudah terbaring di rumah sakit. Selama hampir tiga bulan ini Habibie dikabarkan tidak beranjak dari sisi istrinya. Ia memberikan perhatian dan menunjukkan cinta kepada ibu dari anak-anaknya itu. Tentu saja ini terjadi karena Habibie dan Ainun telah banyak melewati berbagai perjuangan dalam menempuh hidup ini. Perjuangan tersebut telah memupuk cinta mereka begitu kuat dan terasa takkan terpisahkan. Selama di rumah sakit juga Habibie menuntun istrinya untuk shalat. Dari sebuah sumber saya dapatkan, pada hari sebelum meninggal dunia, Habibie sempat membimbing istrinya shalat subuh, zuhur dan ashar di rumah sakit tersebut.
Selamat Jalan Ibu
Seperti telah diberikatakan oleh banyak media, pada 24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman. Ainun berada di bawah pengawasan direktur Rumah Sakit Prof Dr Gerhard Steinbeck, yang juga spesialis penyakit jantung. Ia telah menjalani sembilan kali operasi dan empat kali dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama. Sisanya merupakan operasi eksplorasi. Pukul 17.05 waktu Jerman, hari Sabtu tanggal 22 Mei 2010, Nyonya Ainun wafat dalam usia 72 tahun, setelah 45 tahun hidup bersama Habibie. Sebelum wafat, Nyonya Ainun sempat beberapa kali mengalami kritis. Namun jiwanya tidak terselamatkan lagi. Semua orang berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Selamat jalan ibu, kebaikan dan dedikasimu menjadi pelajaran sangat berharga bagi kami.
Nama Panggilan: Ainun Habibie
Tanggal Lahir: 11 Agustus 1937
Tempat Lahir: Semarang, Indonesia
“Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,”
(B.J. Habibie)
Siapakah Hasri Aninun Habibie? Kenapa ia begitu dibanggakan oleh B. J. Habibie? Dari penelesuran saya, ternyata apa yang dilakukan oleh Habibie adalah suatu hal sangat wajar. Bahkan jika laki-laki lain yang mempersuntingnya, maka pasti mereka akan melakukan hal yang sama. Ini bukanlah suatu hal yang berlebihan. Setidaknya terlihat dari bagaimana ia melakoni hidup sepanjang sejarahnya. Sejak kecil hingga meninggal dunia, ia adalah seorang perempuan yang nyaris sempurna.
Saya mendapatkan banyak infomrasi mengenai kehidupan Ainun Habibie dari internet. Beberapa referensi saya sertakan dalam bagian akhir tulisan ini. Salah satu sumber yang sangat membantu saya adalah buku biografi Habibie yang ditulis oleh Makmur Makka. Selain itu informasi yang tidak kalah penting berasal dari ungkapan-ungkapan pendek dari beberapa tokoh yang saya dapatkan di internet.
Tulisan ini adalah untaian dari penelusuran saya di inetrnet. Saya membagi tulisan ini tidak terlalu periodik karena tidak ada data yang cukup untuk melakukan itu. Meskipun beberapa bagian nampak seperti sebuah periodesasi, namun isi di dalamnya terkadang meloncat dari satu peride ke periode lainnya. Tujuan utama tulisan ini tidak lain untuk mengenal dan mengenang Ibunda Bangsa yang telah berpulang kerahmatullah 22 Mei 2010 yang lalu. Semoga bermanfaat.
Latar Belakang keluarga
Hasri Aninun Habibie atau lebih popular dengan Ainun Habibie memiliki nama asli Hasri Ainun Besari. Hasri Ainun adalah nama dari bahasa Arab yang berarti seorang anak yang memiliki mata yang indah. Ainun merupakan anak keempat dari delapan bersaudara dari orang tua bernama H.Mohammad Besari. Ia dilahirkan di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 11 Agustus 1937.
Keluarga Ainun adalah keluarga yang mencintai pendidikan. Salah satu orang yang paling penting dalam mendorongnya untuk rajin belajar adalah ibunya. Ibu dari Ainun Habibie merupakan tokoh penting di balik kesukesan putrinya dalam pendidikan.
Pendidikan dan Pekerjaan
Ainun menyelesaikan pendidikan dasarnya di Bandung. Namun saya belum menemukan data yang pasti nama sekolahnya. Ia melanjutkan pendidikan di SLTP dan SLTA yang juga di Bandung. Sekolahnya di LSTP bersebelahan dengan sekolah B.J. Habibie yang kemudian menjadi suaminya. Bahkan saat di LSTA mereka sekolah di satu sekolah. Hanya saja Habibie menjadi kakak kelasnya. Setelah menampatkan pendidikan SLTA, ia merantau ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan dengan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta dan lulus sebagai dokter pada tahun 1961.
Berbekal ijazah kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, Ainun Habibie diterima bekerja di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Saat bekerja di sana ia tinggal di sebuah asrama di belakang RSCM, tepatnya di Jalan Kimia, Jakarta. Ia bekerja di rumah sakit tersebut hanya setahun saja, yakni sampai tahun 1962. Setelah menikah dengan Habibie pada tahun 1962 tersebut, ia harus meninggalkan pekerjaan sebagai dokter anak lalu ikut dengan suaminya ke Jerman yang sedang menyelsaikan pendidikan.
Kisah CInta dan Pernikahan
Makmur Makka, penulis Biografi Habibie mendapatkan informasi menarik mengenai kisah cinta Habibie. Ainun mengaku kalau ia dan Habibie sudah kenal sejak kecil, bahkan sekolah mereka berdekatan. Pada tahun 1986, Majalah Femina memuat cerita mengenai kisah ini. Ainun saat itu mengatakan:
“Kami kenal sejak kecil, dia teman bermain kelereng kaka saya. Rumah kami berdekatan ketika di Bandung. Di SLTP letak sekolah kami bersebelahan. Di SLTA malah satu sekolah, hanya Rudy (panggilan Habibie) satu kelas lebih tinggi. Dia selalu menjadi siswa paling kecil dan paling muda di kelas, begitu juga saya. Guru dan teman-teman acap kali berkelakar menjodoh-jodohkan kami. Yah, gadis mana yang suka diperolok demikian?”
Ainun dan Habibie memang banyak kesamaan sehingga mereka sering dijodoh-jodohkan. Antara lain mereka sama-sama anak ke empat dari delapan bersaudara dan sama-sama dibesarkan dalam keluarga yang berpendidikan. Selain itu mereka juga menjadi anak-anak yang beruntung karena memiliki ibu yang mendorong mereka untuk mengutamakan pendidikan. Kesamaan lain adalah, mereka sama-sama tinggal di Bandung dan sekolah di tempat yang sama.
Kisah cinta antara dua anak manusia ini memang sudah terlihat sejak mereka sama-sama sekolah. Setidaknya itu mulai terlihat saat mereka sekolah di SMA. Ainun adalah seorang gadis yang sangat suka berenang. Karena terlalu banyak dan sering berenang, kulitnya menjadi lebih hitam. Pada suatu hari saat jam istirahat belajar, Habibie lewat di depannya. Saat itu Habibie mengatakan: “Hei, kamu sekarang kok hitam dan gemuk?” Ungkapan ini menjadikan Ainun berfikir dan merasakan sebuah getaran aneh di dalam dadanya. “Apakah Habibie perhatian padanya?” Apalagi teman-temannya heran dengan kejadian itu dan mengatakan kalau Habibie memang perhatian padanya. Memang, saat itu Ainun memang menjadi pujaan di sekolahnya dan menjadi incaran banyak siswa laki-laki, termasuk Habibie. Habibie pernah mengomentari tentang Ainun dengan ungkapan: “Wah cakep itu anak, si item gula Jawa”.
Namun mereka berpisah cukup lama. Setelah lulus SMA, Habibie melanjutkan pendidikannya ke ITB Bandung, namun tidak sempat selesai. Habibie mendapat beasiswa pemerintah Indonesia dan kemudian berangkat ke Jerman Barat, untuk melanjutkan pendidikannya. Ia masuk ke Universitas Technische Hochscheule di kota Achen, Jerman. Tahun 1960 terhitung Habibie tidak pulang ke Indonesia selama tujuh tahun. Ini membuatnya sangat home sick, terutama ia sangat ingin mengunjungi pusara Bapaknya.
Setelah menanti agak lama, akhirnya Habibie punya kesempatan pulang ke Indonesia. Saat Habibie pulang ke Indonesia, ia berkesempatan menziarahi makam bapaknya di Ujung Pandang. Menjelang lebaran ia pulang ke Bandung dan bertamu ke rumah tetangganya yang lama, keluarga Ainun. Saat itu pula Ainun secara kebetulan sedang mengambil cuti di RSCM dan pulang ke Bandung. Di sanalah cinta lama bersemi kembali setelah sekian lama mereka tidak bersua. Saat berjumpa tersebut Habibie mengatakan: “Kok gula Jawa sekarang sudah menjadi gula pasir?”. Pertemuan mereka berlanjut di Jakarta. Habibie mengikuti Ainun yang kembali ke Jakarta untuk masuk kerja di RSCM. Di Jakarta Habibie tinggal di Jl. Mendut, rumah kakaknya yang tertua.
Keakraban dua insan dalam cinta
Sama-sama tinggal di Jakarta membuat cinta mereka semakin bersemi. Mereka saling berjanji untuk sering bertemu dan merindukan satu sama lain. Malam hari mereka pacaran dan melewati waktu dengan sangat indah. Sesekali mereka naik becak dengan jok tertutup, meskipun sebenarnya tidak hujan. Dan ketika mereka semakin dekat, Habibie menguatkan hati untuk mejatuhkan pilihannya pada Ainun. Ia melamar Ainun dan mempersunting menjadi istrinya.
Ainun disuntiung oleh BJ Habibie menjadi istrinya pada tanggal 12 Mei 1962. Mereka menghabiskan bulan madu di tiga kota. Kaliurang, Yogyakarta, dilanjutkan ke Bali lalu diakhiri di Ujung Pandang, daerah asal B. J. Habibie. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai dua orang putra; llham Akbar dan Thareq Kemal dan enam orang cucu. Namun demikian dalam penganugerahan gelar Doktor kehormatan kepadanya oleh Universitas Indonesia, Habibie mengatakan kalau ia punya cucu ribuan jumlahnya: “Saya mau garis bawahi. Di usia saya yang 74 tahun ini, anak biologis saya cuma dua. Cucu biologis saya hanya enam. Tetapi anak cucu intelektual saya ribuan jumlahnya.” Tentu saja yang dimaksudkan Habibie adalah mahasiswanya yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Menjadi Ibu dua Pangeran
Setelah menikah Ainun ikut dengan Hbibie yang harus menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Jerman. Kehidupan awal di sana dilalui dengan perjuangan yang luar biasa. Setidaknya ia harus bersabar dengan pendapatan yang teramat kecil dari beasiswa Habibie. Namun dengan tekun dan sabar ia tetap menyertai Habibie. Bahkan untuk menghemat ia menjahit sendiri keperluan pakaian bayinya yang dikandungnya. Dan disanalah ia mengandung dua putranya, melahirkan dan mebesarkannya.
Ainun adalah seorang ibu yang sangat bertanggung jawab dalam mebesarkan anak-anaknya. Sejak kecil ia membiasakan anak untuk mengembangkan kepribadiannya sendiri. Ia membebaskan anak-anak untuk berani bertanya tentang hal yang tidak diketahuinya. Dan Ainun akan memberikan jawababn jika ia mampu atau ia akan meminta Habibie jika tidak mampu. Hal ini tentu saja karena ia sadar kalau anak-anak sejak kecil harus dibangun keingintahuan dan kreatifitasnya.
Selain itu Ainun juga membiasakan anaknya hidup sederhana. Uang jajan diberikan pas untuk satu minggu. Dengan demikian si anakmemiliki kebebasan untuk memilih jajanan yang mereka sukai. Anak-anak Ainun tumbuh sebagai anak yang menghargai kesederhanaan itu. Pernah mereka harus bolak-balik dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan harga yang pas sebelum membeli suatu barang.
Hal yang juga tidak kalah penting dalam mendidik anak adalah membiasakan mereka mengemukakan pendapat dengan mengajak mereka berdiskusi di rumah. Menurut Ainun, jika anak-anak berani mengeluarkan pendapat, artinya mereka sedang belajar dalam hidupnya. Dan bagi orang tua, itulah saatnya melaksanakan kewajiban memberikan bekal bagi kehidupan mereka.
Dan benar saja, hasil didikan itu menjadikan kedua anak mereka tumbuh sebagai seorang yang luar biasa. Seperti kita tahu bahwa Ilham Habibie menyelesaikan pendidikan di Muenchen dalam ilmu aeronautika dan meraih gelar PdD dengan predikat summa cumlaude, lebih tinggi dari predikat ayahnya. Sementara Thareq Kemal menyelesaikan Diploma Inggeneur di Braunsweig, Jerman.
Mendampingi Suami
Dalam acara Penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari UI, Habibie mengungkapkan sebuah kalimat yang menceriminkan bagaimana peran Ainun di belakang kesuksesannya. “”Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,” Oleh sebab itu pula dalam sambutannya Habibie mempersembahakan gelar tersebut untuk istrinya. “Saya juga menerima penghargaan ini atas nama keluarga, anak-anak dan cucu-cucu saya, khususnya istri saya yang terus mendampingi saya dengan tulus dan ikhlas, sehingga saya menjadi hamba Allah seperti sekarang ini.”
Penghargaan yang begitu besar oleh Habibie kepada istrinya memang tidak berlebihan. Hal ini terlihat sejak awal kebersamaan mereka sewaktu di Jerman. Pada saat mula-mula hidup di Jerman mereka adalah keluarga kecil dengan penghasilan suami yang sangat kecil pula. Dalam kondisi inilah ia menjadi pendamping yang dapat diandalkan. Untuk menghemat pengeluaran, ia menjahit sendiri perlengkapan bayi mereka. Selain itu, Ainun juga kerap menjadi motivator bagi Habibie. Misalnya ia menyemangati Habibie saat Habibie hampir putus asa karena thesisnya diambila alih oleh pembimbing. Berkat dorongan dan semangat dari Ainun, Habibie malah mendapatkan ide yang jauh lebih baik dan sempurna.
Pada saat Habibie menjadi Wakil Presiden republik Indonesia, Ainun adalah seorang yang dengan tulus ikhlas membantu suaminya mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Dalam buku karangan Habibie “Detik-detik Yang Menentukan” tergambar dengan sangat baik bagaimana Ainun mendampingi Habibie dalam kondisi yang sangat gawat dan krusial. Habibie dalam sebuah cerita yang menjang memasukkan dengan gamblang apa saja yang dilakukan Ainun dalam mendampinginya. Dan Ainun pula yang menjadikan Habibie selalu tenang dan matang dalam mengambil sebuah keputusan.
Menjadi Ibu Negara
Pada 23 Mei 1998 Ainun menjadi menjadi Ibu Negara setelah B. J. Habibie dilantik sebagai presiden Negera Kesatuan Republik Indonesia yang ketiga menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri karena desakan masyarakat pada awal reformasi. Tidak lama memang, hanya setahun lebih sedikit, setelah Habibie tidak bersedia untuk mengikuti pemilihan kepemimpinan karena laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh DPR/MPR yang saat itu –mengutip Almarhum Gusdur- seperti anak TK. Meskipun secara konstitusi ia dibenarkan menjadi calon presiden, namun secara nurani dan moralitas Habibie merasa tidak nyaman. Selama itu pula Ainun menjadi seorang inspirator untuk sang presiden.
Penghargaan dan Dedikasi
Ainun memiliki kepedulian yang besar terhadap beberapa yayasan, seperti, Yayasan Beasiswa Orbit dan Bank Mata untuk penyantun mata tunanetra. Ia juga mencatat segudang prestasi besar selama hidupnya. Atas sumbangsihnya tersebut, Ainun mendapatkan beberapa penghargaan tertinggi bintang mahaputra. Penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah sebagai penghargaan kepada warga yang dianggap memiliki peran besar terhadap negara. Antara lain ia mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna, juga Mahaputera Utama pada 12 Agustus 1982 serta Bintang Mahaputra Adipradana pada 6 Agustus 1998.
Sebuah dedikasi yang tidak kalah pentingnya dalam hubungannya dengan tunanetra adalah harapan Ainun agar pemerintah memberikan keleluasaan dan aturan yang menganjurkan untuk dilaksanakan donor mata. Menurut Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimmly Assidiqie, Bu Ainun mengharapkan adanya fatwa yang bukan hanya membolehkan donor mata tetapi menganjurkan dilakukannya donor mata. Karena menurut beliau ketentuan untuk donor mata di Indonesia penuh dengan syarat tertentu, beliau ingin donor mata bukan dibolehkan dengan syarat-syarat tetapi dianjurkan dengan prosedur tertentu. Ini jelas menunjukkan bagaimana ia berdedikasi pada persoalan yang dihadapi orang cacat dan berharap kita semua bisa membantunya.
Kisah-Kisah Unik
Ada beberapa pengalaman dari orang dekat Ibu Ainun yang tersiar di internet. Salah satunya adalah pengalaman yang dirasalan oleh Adrie Soebono, kemenakannya yang saat ini menjadi promotor musik ternama di Indonesia. Katanya, sampai saat inipun, ia masih dianggap sebagai anak-anak oleh Ibu Ainun. Ia dinasehati layaknya seorang anak kecil yang bandel. Memang, Adrie Soebono pernah tinggal bersama keluarga Habibie di Jerman selama delapan tahun. Dan selama itu pula ia mengatahui dengan persis bagaimana keluarga tersebut.
Ibu Ainun juga paling hobi jogging. Hampir setiap hari di Jerman ia melakukan Jogging. Bahkan terkadang tidak peduli panas dingin. Namun hobi Jogging tersebut hanya dilakukan Ainun saat berada di Jerman. Jika di Indonesia Ainun hanya fitnes atau lari di atas treadmill. Hal ini disebabkan Ainun sensitif dengan debu, mungkin kena sinus. Udara di Jakarta dan kota lain di Indoensia banyak debu, jadi Ainun tidak pernah jogging.
Cerita unik lain adalah Ainun memempengaruhi Habibie utuk mengikuti sinetron Cinta Fitri yang tayangkan oleh sebuah TV Swasta di tanah air. Semula Habibie tidak tahu mengenai sinetron ini, namun setelah diceritakan sedikit latar belakangnya oleh Ainun, Habibie menjadi tertarik dan mengikutinya dengan rutin. Bahkan karena begitu kagum dengan kisah cinta dalam sinetron tersebut Habibie pernah mengundang para pemain sinetron untuk makan malam di kediamannya di Jakarta. Apa yang Ainun dan Habibie tertari? Menurut pengakuan mereka, kisah cinta dalam sinetron tersebut hampir sama dengan kisah cinta mereka sendiri, karena itu mereka seakan kembali ke masa silam dan menikmatinya.
Cinta Sang Suami
Berbagai kiprah selama hidup bersama Habibie, membuat Habibie menempatkan Ainun sebagai orang yang sangat dekat di hatinya. Yusran Darmawan pernah melihat sendiri bagaimana wujud perhatian mantan presiden ini pada Istrinya. Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di kantor BPPT Jakarta, Habibie menjadi keynote speaker. Saat datang Habibie ditemani oleh istrinya, Ainun. Setelah selesai memberikan kuliahnya, semua wartawan datang mengerubunginya untuk wawancara. Pada saat itu pula Habibie tidak peduli dan ia nampak mencari-cari di mana Ainun. Ketika seorang wartawan bertanya tentang pendapatnya atas situasi di Timor Leste, Habibie hanya menjawab singkat. “Maafkan, saya sedang mencari di mana mantan pacar saya. Mana Ainun? Saya belum pernah pisah dengan Ainun. Mana Ainun?”
Lambaian dua insan
Wujud cinta ini juga terlihat saat Ainun sudah terbaring di rumah sakit. Selama hampir tiga bulan ini Habibie dikabarkan tidak beranjak dari sisi istrinya. Ia memberikan perhatian dan menunjukkan cinta kepada ibu dari anak-anaknya itu. Tentu saja ini terjadi karena Habibie dan Ainun telah banyak melewati berbagai perjuangan dalam menempuh hidup ini. Perjuangan tersebut telah memupuk cinta mereka begitu kuat dan terasa takkan terpisahkan. Selama di rumah sakit juga Habibie menuntun istrinya untuk shalat. Dari sebuah sumber saya dapatkan, pada hari sebelum meninggal dunia, Habibie sempat membimbing istrinya shalat subuh, zuhur dan ashar di rumah sakit tersebut.
Selamat Jalan Ibu
Seperti telah diberikatakan oleh banyak media, pada 24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman. Ainun berada di bawah pengawasan direktur Rumah Sakit Prof Dr Gerhard Steinbeck, yang juga spesialis penyakit jantung. Ia telah menjalani sembilan kali operasi dan empat kali dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama. Sisanya merupakan operasi eksplorasi. Pukul 17.05 waktu Jerman, hari Sabtu tanggal 22 Mei 2010, Nyonya Ainun wafat dalam usia 72 tahun, setelah 45 tahun hidup bersama Habibie. Sebelum wafat, Nyonya Ainun sempat beberapa kali mengalami kritis. Namun jiwanya tidak terselamatkan lagi. Semua orang berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Selamat jalan ibu, kebaikan dan dedikasimu menjadi pelajaran sangat berharga bagi kami.
letter for my friend
Kuningan, Aruji Kartawinata
No.16
20th January 2011
Dear nita,
How do you and your parents? I can not write a letter to you because I am busy with activities in my classroom. Although busy, I enjoy every moment I spent in the classroom.
I know, our classes are different now. I initially felt insecure because I entered social class. but now I am proud to be a social student.
In the classroom, my teachers were incredible. In the period free, I spend my time playing with my friends. Did you know? my friends are very good at all. They are very open. I am comfortable with them. and I feel at home in this class. Say hello to the other's friends. Reply Soon.
Sincerely,
Endah Alfina D
No.16
20th January 2011
Dear nita,
How do you and your parents? I can not write a letter to you because I am busy with activities in my classroom. Although busy, I enjoy every moment I spent in the classroom.
I know, our classes are different now. I initially felt insecure because I entered social class. but now I am proud to be a social student.
In the classroom, my teachers were incredible. In the period free, I spend my time playing with my friends. Did you know? my friends are very good at all. They are very open. I am comfortable with them. and I feel at home in this class. Say hello to the other's friends. Reply Soon.
Sincerely,
Endah Alfina D
Langganan:
Postingan (Atom)

